Profile Picture

marketing

perkasa Enggal

zintro.com/profile/tanyaveronika
  • Indonesia
  • English

About

Seorang perempuan bernama Natalia Santi menjadi korban penipuan oleh orang tak dikenal lewat telepon. Akibat penipuan itu, Natalia mengalami kerugian meraih Rp50 juta.

Aksi penipuan itu sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan diterima dengan nomor laporan LP/2654/V/2019/PMJ/Dit.Rekrimsus tertanggal 9 Mei 2019.

"Iya buat laporan ke Polda," kata Natalia kepada CNNIndonesia.com, Kamis (9/5).

Sebelum melapor ke Polda, Natalia mengaku sempat membuat laporan ke Polsek Jatinegara. Namun, oleh petugas kepolisian di sana, ia direkomendasikan untuk membuat laporan ke Polda Metro Jaya.

Natalia menyebutkan persoalan penipuan itu bermula waktu dirinya mendapat telepon dari seseorang yang mengaku dari Telkomsel. Orang itu, kata Natalia, mengemukakan bahwa dirinya mempunyai poin Telkomsel yang tidak pernah digunakan sebanyak 3.200 poin.

Orang itu kemudian menyebut bahwa poin selanjutnya bisa ditukarkan dengan bebas tagihan selama tiga bulan.

"Setelah itu, dia minta nomor kartu kredit Citibank Telkomsel dengan alasan untuk hindari dobel debet. Dia termasuk minta one time password (OTP) yang dikirim ke nomor handphone saya lihat detail tanya veronika asisten virtual

Natalia mengaku waktu itu dirinya tak menyimpan ragu supaya beri tambahan nomor kartu kredit dan juga nomor OTP tersebut. Natalia akhirnya tahu menjadi korban penipuan setelah mendapati sejumlah transaksi tak dikenal di kartu kredit Citibank miliknya.

Lihat juga:Polisi Bekuk Komplotan Pemerasan Bermodus 'Video Call Sex'

"Saya lantas mengupayakan menelepon ke Citibank dengan ada problem payah, dari sana aku tahu ada sejumlah transaksi," ujarnya.

Natalia kemudian mendapati dirinya sudah tertipu hingga sebanyak Rp50 juta. Transaksi selanjutnya pada lain transfer dari ready credit sebesar Rp25 juta ke nomor rekening BRI atas nama Isman Hidayat, sepuluh kali transaksi di Blibli.com masing-masing sebesar Rp1 juta, dan juga transaksi delapan kali Elevania masing-masing sebesar Rp995.300.

"Transaksi online selanjutnya dimungkinkan sebab nomor handphone aku sudah diubah oleh si penipu," ucap Natalia.

Lebih lanjut, Natalia meminta kepada pihak Citibank untuk tidak membebankan transaksi yang dikerjakan oleh penipu kepada dirinya.

"Saya meminta Citibank tidak membebankan uang yang ditarik penipu itu ke nasabah, sebab aku adalah korban," katanya.

Penipuan dengan modus poin Telkomsel ini bukan perihal baru. Pada November lantas Telkomsel mengungkapkan selama 2018 sudah terima 13 ribu aduan berkenaan aplikasi My Telkomsel. baca tukar poin dengan cara ini https://softwareindonesia.id/tanya-veronika-asisten-virtual.html

Salah satu penipuan adalah dengan modus meminta OTP atau kode informasi spesifik yang dikirimkan lewat aplikasi dikala log in ke aplikasi My Telkomsel.

"Penipu telepon ke pelanggan dan menyebutkan dia bisa hadiah atau bonus dari Telkomsel. Penipu kemudian meminta OTP untuk mendapatkan hadiah. Dalam waktu bersamaan, penipu log in memanfaatkan nomor korban," kata VP Customer Care Management Telkomsel Andri Wibawanto di kantor Telkomsel, Jakarta Selatan, Selasa (6/11).

GM External Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengingatkan kepada seluruh pengguna Telkomsel untuk senantiasa waspada terhadap beragam bentuk penipuan.